Home / Blog / MALAM YANG SEPI, KARENA TIDAK ADA DIA MENEMANI LAGI..

MALAM YANG SEPI, KARENA TIDAK ADA DIA MENEMANI LAGI..

Malam ini terasa lebih panjang dari biasanya.
Jam di dinding berjalan pelan,
seolah ikut merasakan berat yang ada di dadaku.
Kamar ini masih sama,
lampunya masih redup seperti dulu,
tapi ada satu hal yang hilang—
kamu.

Dulu, malam tidak pernah sesunyi ini.
Ada pesan singkat sebelum tidur,
ada suara yang menenangkan,
ada rasa ditemani meski jarak memisahkan.
Sekarang, ponselku hanya menyala tanpa nama yang kutunggu.
Tidak ada “sudah makan?”
Tidak ada “jangan tidur kemalaman.”

Hanya hening.

Aku berbaring menatap langit-langit,
mengulang kebiasaan lama yang sudah tak punya tujuan.
Tanganku refleks meraih ponsel,
lalu berhenti.
Aku lupa—
kamu bukan lagi tempat pulang.

Kesepian di malam hari bukan tentang sendirian.
Ini tentang terbiasa ditemani,
lalu harus belajar hidup tanpa kehadiran itu.
Tentang rindu yang tidak bisa dikirim,
tentang cerita kecil yang tidak lagi punya pendengar.

Aku merindukan hal-hal sederhana.
Menemanimu bercerita tentang hari yang melelahkan.
Diam bersama tanpa harus banyak kata.
Merasa aman hanya karena tahu ada kamu di sana.

Sekarang, semua itu tinggal ingatan.
Dan ingatan paling kejam selalu datang saat malam.
Saat dunia sudah diam,
dan tidak ada lagi yang bisa mengalihkan pikiranku darimu.

Aku bertanya pada diri sendiri,
kapan rasa kehilangan ini akan berkurang?
Kapan malam kembali menjadi tempat istirahat,
bukan ruang untuk mengingat?

Aku tidak menangis keras.
Hanya dada yang sesak,
napas yang berat,
dan mata yang menatap kosong ke arah gelap.
Ternyata kehilangan tidak selalu berisik—
kadang ia hadir dalam sunyi yang panjang.

Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya,
aku belajar tidur tanpa ditemani.
Belajar menerima bahwa yang dulu selalu ada
kini hanya hidup di ingatan.

Dan sebelum mataku terpejam,
aku berbisik pelan pada diri sendiri:
“Tidak apa-apa kalau rindu.
Tidak apa-apa kalau masih sakit.”

Karena kehilangan seseorang
yang dulu menemani malam-malamku,
memang tidak pernah mudah.

#REJAGALAU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *