Home / Blog / KALAU BISA KEMBALI

KALAU BISA KEMBALI

Aku masih sering membuka chat lama kita.
Bukan karena tidak mau melupakanmu… tapi karena di sana masih ada versi kita yang dulu bahagia.

Dulu, setiap pagi kamu selalu mengirim pesan.

“Udah bangun belum? Jangan telat ya.”

Hal sederhana. Tapi entah kenapa sekarang itu jadi sesuatu yang sangat aku rindukan.

Aku masih ingat waktu kita terakhir bicara.

Kita sama-sama marah. Sama-sama keras kepala. Tidak ada yang mau mengalah. Kata-kata yang keluar waktu itu lebih tajam dari yang kita maksudkan.

Dan akhirnya kamu berkata pelan:

“Kayaknya kita cukup sampai sini.”

Aku hanya diam.
Bukan karena setuju… tapi karena aku tidak tahu harus menahanmu dengan cara apa.

Sejak hari itu, semuanya berubah.

Tidak ada lagi pesan pagi.
Tidak ada lagi telepon tengah malam.
Tidak ada lagi “aku dan kamu”.

Yang ada hanya kenangan.

Kadang aku ingin sekali mengirim pesan lagi.

“Aku kangen kamu.”

Tapi setiap kali aku hampir mengirimnya, aku sadar satu hal yang paling menyakitkan:

Aku memang masih ingin kembali.
Masih ingin memperbaiki semuanya.
Masih ingin kita seperti dulu.

Tapi kamu…
sepertinya sudah berjalan terlalu jauh tanpa aku.

Dan aku hanya bisa berdiri di tempat yang sama,
merindukan seseorang
yang mungkin sudah tidak pernah menoleh ke belakang lagi. 💔

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *