Pagi itu kota ini terasa berbeda.
Jalanan yang biasa kita lewati bersama terlihat sama, tapi rasanya tidak lagi seperti dulu. Angin masih berhembus pelan, orang-orang masih berlalu lalang, dan langit masih sama seperti hari-hari sebelumnya.
Tapi kita tahu satu hal.
Hari ini kita harus pergi.
Aku masih ingat pertama kali kita berjalan di kota ini. Kita tidak punya apa-apa selain waktu dan cerita yang tidak pernah habis. Kita tertawa di sudut jalan, duduk lama di bangku taman, dan berbicara tentang masa depan seolah dunia selalu berpihak pada kita.
Di kota ini kita belajar banyak hal.
Belajar tertawa bersama.
Belajar bertengkar karena hal kecil.
Dan tanpa sadar… belajar saling mencintai.
Tapi ternyata tidak semua cerita bisa tinggal selamanya di tempat yang sama.
Ada waktu ketika seseorang harus pergi.
Bukan karena tidak sayang lagi, tapi karena hidup membawa kita ke arah yang berbeda.
Hari ini aku berjalan melewati tempat-tempat yang dulu kita datangi. Jalan kecil tempat kita sering pulang bersama. Toko kecil tempat kita pernah berteduh saat hujan. Bahkan bangku tua di taman yang dulu menjadi saksi begitu banyak cerita kita.
Semua masih ada.
Hanya kita yang tidak lagi sama.
Kereta yang akan membawaku pergi sudah hampir berangkat. Kota ini perlahan akan menjadi bagian dari masa lalu. Kota yang penuh dengan kenangan tentang kita.
Aku tidak tahu apakah suatu hari nanti aku akan kembali.
Tapi kalau itu terjadi, mungkin aku akan berjalan di jalan yang sama lagi. Mungkin aku akan duduk di bangku taman itu lagi.
Dan diam-diam mengingat satu hal:
Bahwa dulu…
di kota ini,
pernah ada kita yang begitu bahagia.
Sekarang aku harus pergi, meninggalkan kota ini bersama semua kenangannya.
Dan yang paling sulit untuk ditinggalkan…
adalah kamu. 💔





