Sekarang malam terasa lebih panjang dari biasanya.
Aku duduk sendirian di kamar, menatap layar ponsel yang tidak berbunyi. Dulu, setiap malam selalu ada pesan darimu. Hal-hal sederhana—menanyakan aku sudah makan atau belum, mengingatkanku untuk tidur lebih cepat.
Hal kecil yang dulu terasa biasa saja.
Tapi sekarang… justru itu yang paling kurindukan.
Aneh rasanya ketika seseorang yang dulu selalu ada di setiap hariku, tiba-tiba hilang begitu saja. Tidak ada lagi suaramu di sela-sela sepi. Tidak ada lagi tawamu yang biasanya membuat semuanya terasa lebih ringan.
Yang tersisa hanya sunyi.
Kadang aku mencoba sibuk. Mengalihkan pikiran dengan apa saja—menonton, berjalan keluar, atau berbicara dengan orang lain. Tapi ketika semuanya selesai, ketika malam kembali datang, rasa kosong itu selalu muncul lagi.
Karena aku sadar…
Bukan kesepiannya yang menyakitkan.
Tapi kenyataan bahwa dulu, di sela-sela sepiku selalu ada kamu.
Dan sekarang… tempat itu kosong.
Aku tidak tahu apakah kamu pernah merasakan hal yang sama.
Apakah kamu juga pernah berhenti sejenak di tengah malam, lalu tiba-tiba teringat aku.
Tapi satu hal yang aku tahu:
Aku masih belajar hidup dengan ruang kosong yang kamu tinggalkan.
Ruang yang dulu kamu isi dengan perhatian, tawa, dan cerita.
Sekarang hanya tinggal sepi.
Dan aku… masih duduk di dalamnya, mencoba terbiasa tanpa kamu. 💔





