Setiap hujan turun, aku selalu teringat kamu.
Bukan karena kita pernah menari di bawah hujan, atau saling berlari sambil tertawa.
Tapi karena aroma tanah basah dan udara yang dingin selalu membawa kembali bayanganmu.
Aku mencoba sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Memasak, menonton, bahkan membaca buku.
Tapi begitu hujan mulai jatuh, semua itu berhenti.
Aku berhenti di depan jendela, melihat tetesan air di kaca, dan merasakan sepi yang dulu kita bagi bersama.
Aku ingin mengirim pesan: “Aku kangen.”
Tapi aku menahan diri. Aku takut kamu sudah melupakan aku.
Aku takut semua kenangan itu hanya tinggal di hatiku sendiri, sementara kamu mungkin tidak pernah memikirkanku lagi.
Setiap aroma hujan, setiap suara rintik yang jatuh di atap rumah, membawa kembali senyummu, tawa kita, dan cara kamu membuat semuanya terasa ringan.
Dan aku sadar… gamon itu bukan hanya merindukanmu.
Gamon itu adalah berdiri di tengah sepi, di tengah hujan,
dan tetap berharap, meski kecil, kamu masih mengingat aku.
Aku masih menunggu…
masih ingin percaya bahwa suatu hari nanti, meski hujan pergi, kamu akan kembali hadir dalam hidupku, meski hanya dalam cerita dan kenangan. 🌧️💔




