Aku selalu jatuh cinta.
Setiap kali mengenal seseorang, hatiku terbuka lebar.
Aku memberi perhatian, senyum, dan waktu—tanpa ragu.
Tanpa sadar, aku berharap lebih, berharap itu bisa bertahan lama.
Tapi kenyataannya, aku selalu dapat jatuhnya saja.
Rasa itu datang duluan, tapi tidak pernah dibalas dengan cara yang sama.
Aku menunggu, berharap, memperjuangkan—
tapi akhirnya hanya berakhir menatap punggung yang menjauh, atau kata-kata yang tak pernah sampai ke hati.
Aku mulai bertanya pada diri sendiri:
“Apakah aku terlalu mudah memberi?
Apakah aku salah mencintai?”
Tapi kemudian aku ingat—jatuh cinta bukan salah.
Yang salah hanyalah berharap semua orang akan tetap tinggal seperti aku ingin.
Yang salah hanyalah mengira setiap hati akan sama rapuhnya, atau sama berharganya dengan hatiku.
Aku lelah, memang.
Aku lelah membuka hati, tapi selalu berakhir sendiri.
Tapi anehnya… aku masih jatuh cinta lagi.
Karena hatiku tidak bisa memaksa dirinya berhenti merasa.
Karena jatuh cinta adalah cara hatiku hidup,
meski jatuhnya selalu membuatku sakit.
Dan aku sadar, mungkin aku tidak akan pernah berhenti.
Mungkin aku akan terus memberi cinta,
dan terus belajar menerima bahwa tidak semua jatuh cinta bisa menjadi cerita bahagia.
Tapi setidaknya, aku tetap hidup dengan hati yang mau mencoba,
meski selalu harus jatuh sendiri.
#REJAGALAU





