Aku duduk di bangku itu lagi…
bangku yang dulu selalu kita bagi tawa dan cerita.
Sekarang hanya aku. Sunyi yang menelan setiap sudut.
Aku menatap ponsel, berharap satu pesan darimu.
Satu saja. Hanya satu kata: “Aku masih ingat kamu.”
Tapi tidak ada.
Setiap lagu yang dulu kita dengarkan bersama terasa menusuk.
Setiap hujan yang turun membuatku teringat langkahmu yang hilang.
Setiap bau kopi, setiap sudut kota… semuanya penuh dengan kamu,
sementara kamu mungkin sudah melupakan aku selamanya.
Aku ingin memanggil namamu,
menangis, memeluk kenangan yang seharusnya sudah kulepas.
Tapi aku hanya bisa diam…
menunggu sesuatu yang mungkin tidak akan pernah datang.
Gamon itu…
bukan hanya merindukanmu.
Bukan hanya ingin kembali bersamamu.
Tapi tentang berdiri di sini, di tempat yang sama,
memeluk sepi yang dulu kita bagi bersama,
dan menyadari bahwa kamu sudah tidak pernah memikirkan aku lagi.
Di sini aku tetap menunggu…
sementara kamu mungkin sudah melupakan aku sepenuhnya. 🌧️💔





